Saturday, June 28, 2014

Pengertian Taekwondo

Pengertian TaekwondoTaekwondo adalah/ Taekwondo yaitu/ Taekwondo merupakan/ yang dimaksud Taekwondo/ arti Taekwondo/ definisi Taekwondo.
Taekwondo adalah

Taekwondo adalah olahrraga beladiri modern yang berasal dari korea. Taekwondo berasal dari kata tae, yaitu kaki artinya menghancurkan dengan tendangan, kwon, yaitu tangan artinya menhantam dan mempertahankan diri dengan tangan, dan do, yaitu seni artinya cara mendisiplinkan diri. Dengan demikian taekwondo artinya seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong. Taekwondo Indonesia (TI) didirikan pada tanggal 26 Maret 1981 di Jakarta. PBTI sekarang telah mengikuti pertandingan internasional, antara lain SEA Games XV/1989 dan XVI/1991, kejuaraan dunia di Jerman tahun 1989, di Athena tahun 1992, dan ekshibisi di Olympic Games Barcelona XXV/1992.
Kategori Pertandingan
a. Senior
Persyaratan
1. Grup 3 nasional.
2. Usia minimum 17 tahun + 1 hari.
3. Putra atau putri.
b. Junior
Persyaratan
1. Group 3 nasional.
2. Usia 14 tahun-17 tahun.
3. Putra atau putri.
Teknik dasar
a. Teknik dasar Pukulan (Jireugi)
Langkah-langkah teknik dasar pukulan sebagai berikut.
1. Posisi sikap kuda-kuda saat melakukan pukulan.
2. Dari sikap berdiri, tangan memukul ke arah depan.
3. Sasaran lurus.
Macam-macam pukulan antara lain
- Pukulan Montong Jireugi (pukulan lurus)
Berdiri dengan kedua tangan mengepal di pinggang.
Pukulan lurus ke depan
Arah pukulan ke atas atau ke bawah.
- Yeop jireugi (pukulan lurus ke samping)
Berdiri dengan kedua tangan mengepal di samping pinggang.
Pukulan diawali dari pinggang.
Pandangan ke arah pukulan.
- Dangkyo teok-jireugi (pukulan ke rahang dan sambil menarik)
Berdiri dengan kuda-kuda.
Pukulan diawali dengan menarik baju lawan, lalu melakukan pukulan ke arah rahang.
b. Teknik Tendangan (Chagi)
Tendangan dalam olahraga beladiri taekwondo meliputi berikut ini.
- Ap chagi (tendangan lurus ke depan)
Berdiri dengan kuda-kuda, kedua tangan satu di pinggang, satu mengepal di depan dada, kaki kiri di depan.
Lutut kaki kiri ditekuk.
Kaki kanan diangkat dan dibawa ke depan bersamaan ditendangkan ke depan.
Kaki kanan kembali ke posisi semula
- Doe yo chagi (tendangan melingkar)
Berdiri dengan kedua kaki lengan lurus ke bawah disamping badan dan tangan mengepal.
Kaki kanan menendang, berat badan pada kaki kiri.
Putar kaki tumpuan ke arah sasaran.
Kaki kanan menendang ke depan.
Perkenaan pada kaki bagian telapak.
Sasaran kepala lawan.
Kaki yang menendang kembali ke semula.
- Doe chagi (tendangan ke arah belakang)
Berdiri kedua kaki sejajar.
Berat badan pada kaki tumpu (kaki kiri).
Bersamaan tendangan kaki kanan.
Putar badan, lalu kaki kanan tendang ke arah belakang.
Kakki kanan kembali ke posisi semula.
- Yeop chagi (tendangan ke arah samping)
Berdiri, salah satu kaki di depan.
Kaki tendang di belakang.
Putar badan, dengan memutar kaki tumpuan.
Tendangan kaki ke depan.
Perkenaan pada ujung kaki kiri.
Kaki tendangan kembali ke semula.
- Deol o chagi (tendangan mencangkul)
Berdiri degnan kedua kaki sejajar.
Angkat lutut tendang.
Lemparakan kaki, tendang setinggi mungkin.
Gerakan seperti mencangkul.
Kedua tangan tetap di samping.
Kaki tendang kembali semula.
c. Teknik elakan/ tangkisan
Teknik elakan/ tangkisan dalam taekwondo meliputi berikut ini.
- Area makki (tangkisan bawah)
Bagian lengan sisi luar.
Tangkisan di samping bahu.
Ayunan bahu.
- Edgal makki (tangkisan ke atas)
Berdiri dengan satu tangan di atas.
Tangkisan dilakukan dari samping badan
- Momtong an makki (tendangan ke tengah)
Berdiri dengan satu tangan ditekuk ke depan dada.
Tangkisan digunakan dari sisi dalam disertai putaran pinggang.
Tangkisan lain ditarik di pinggang.
- Sinnan momtong makki (tangkisan dengan irisan pisau)
Berdiri kuda-kuda, dengan telapak tangan.
Gerakan tangan serentak.
Arah tangkisan ke bawah.
Tangkisan bisa satu tangan atau dua tangan.
Itulah sedikit penjelasan tentang Pengertian beladiri Taekwondo, semoga penjelasan yang saya sampaikan dapat menambah pengetahuana anda. Baca juga artikel beladiri: Pengertian Pencak Silat.
Read more >>

Pengertian Elastisitas

Pengertian ElastisitasElastisitas adalah/ Elastisitas yaitu/ Elastisitas merupakan/ yang dimaksud Elastisitas/ arti Elastisitas/ definisi Elastisitas.
Elastisitas yaitu

Ketika mendengar kata elastisitas, yang terlintas dalam pikiran kita adalah karet atau pegas. Jika kita merentangkan sebuah karet, maka karet akan berubah bertambah panjang terhadap keadaan semula. Apabila dilepaskan, bentuknya akan kembali ke bentuk semula. Sifat sebuah benda yang dapat kembali ke bentuk semula disebut sifat elastis. Benda-benda yang mempunyai sifat elastis disebut benda elastis. Keadaan yang berbeda trjadi jika kita menarik atau menekan tahu, maka bentuk tahu tidak akan kembali ke bentuk semula. Sifat benda yang tidak dapat kembali ke bentuk semula disebut sifat plastis. Benda-benda yang mempunyai sifat plastis disebut benda plastis. Umumnya sebuah benda yang mempunyai sifat elastis juga mempunyai sifat plastis. Misalkan pada saat kita merentangkan sebuah pegas. Jika pegas direntangkan dengan gaya yang besar, maka pada saat tertentu akan terjadi keadaan dimana pegas tidak dapat kembali ke bentuk semula. Jika gaya diperbesar, maka benda akan mengalami sifat plastis hingga pada titik tertentu dimana pegas akan patah.
Demikian yang dapat saya sampaikan tentang pengertian Elastisitas dalam bidang ilmu fisika, semoga informasi yang telah saya sampaikan tersebut dapat menambah pengetahuan anda.
Read more >>

Pengertian Tumbukan

Pengertian TumbukanTumbukan adalah/ Tumbukan yaitu/ Tumbukan merupakan/ yang dimaksud Tumbukan/ arti Tumbukan/ definisi Tumbukan.
definisi Tumbukan

Salah satu peristiwa yang berhubungan erat dengan momentum dan impuls adalah tumbukan. Tumbukan merupakan peristiwa tabrakan antara dua benda karena adanya gerakan. Dalam tumbukan, dua benda dapat sama-sama bergerak, dapat juga satu benda bergerak dan benda lainnya tidak bergerak. Selain itu, arah gerak dua benda dapat searah dan dapat berlawanan arah.
1. Sifat kekekalan energi
tumbukan melibatkan dua hukum pokok dalam interaksi benda-benda yang bergerak. Dua hukum tersebut adalah hukum kekalan momentum dan hukum kekekalan energi mekanik. Hukum kekekalan momentum dapat ditulis sebagai berikut.
m1v1+m2v2=m1v1’+m2v2
Rumus hukum kekekalan energi mekanik sebagai berikut.
Ep1+Ek1=Ep2+Ek2

Pada peristiwa tumbukan, ketinggian benda adalah sama h1=h2=h1’=h2’. Hal ini menyebabkan energi potensial tidak berperan, sehingga hanya energi kinetik saja yang mempunyai peran dalam suatu tumbukan. Hubungan antara momentum dan energi kinetik dapat dirumuskan sebagai berikut.
Ek=1/2 mv2 atau Ek=p2/2m
2. Jenis-jenis tumbukan
Berdasarkan sifat benda, tumbukan mempunyai jenis yang berbeda-beda. Sebelum anda mempelajari jenis-jenis tumbukan, anda harus memahami nilai koefisien restitusi (e) dari suatu benda. Koefisien restitusi (e), yaitu nilai yang menunjukkan tingkat kelentingan benda dalam peristiwa tumbukan.
Koefisien restitusi dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
v1=kecepatan gerak benda 1 sebelum tumbukan (m/s)
v2=kecepatan gerak benda 2 sebelum tumbukan (m/s)
v1’=kecepatan gerak benda 1 sesudah tumbukan (m/s)
v2’=kecepatan gerak benda 1 sesudah tumbukan (m/s)
Jenis-jenis tumbukan antara lain tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian dan tumbukan tak lenting sama sekali.
a. Tumbukan Lenting sempurna
Pada tumbukan lenting sempurna, berlaku hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energi mekanik. Pada tumbukan lenting sempurna, kecepatan benda setelah tumbukan dapat diketahui melalui persamaan-persamaan berikut.
Momentum sebelum tumbukan= momentum sesudah tumbukan
m1v1+m2v2=m1v1’+m2v2
b. Tumbukan lenting sebagian
Pada tumbukan lenting sebagian, kecepatan gerak benda akan berkurang. Besarnya koefisien restitusi dirumuskan sebagai berikut.
Momentum sebelum tumbukan= momentum sesudah tumbukan
m1v1+m2v2=m1v1’+m2v2
c. Tumbukan tak lenting sama sekali
Tumbukan tak lenting sama sekali mempunyai perbedaan dengan dua tumbukan lainnya. Perbedaanya terletak pada massa total dan kecepatan benda setelah bertumbukan serta arahnya. Rumus tumbukan tak lenting sama sekali sebagai berikut.
Momentum sebelum tumbukan= momentum sesudah tumbukan
m1v1+m2v2=m1v1’+m2v2
Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai Pengertian tumbukan dalam bidang ilmu fisika.
Read more >>